Di Indonesia terdapat berbagai jenis tanaman pisang yang tumbuh. Kita semua tahu bahwa buah pisang itu lezat rasanya. Sebagian besar orang hanya tahu bahwa pisang yang dapat dimakan hanya buahnya saja, dan kemudian membuang kulitnya. Sebagai gambaran umum, jika kita amati di kota Malang ini banyak sekali sektor usaha kecil yang menjual jajanan dari bahan dasar buah pisang, tapi dari sebagian besar sektor usaha kecil tersebut masih jarang yang memanfaatkan kulit pisang untuk diolah menjadi makanan yang memiliki nilai ekonomis. Dari kenyataan yang ada di kota Malang tersebut maka peluang tersedianya bahan baku bagi pembuatan nata dari kulit pisang sangat besar, oleh karena itu dari pada kulit pisang dibuang sebagai sampah yang tidak bermanfaat, lebih baik jika kulit pisang tersebut dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku pembuatan nata kulit pisang yang bernilai ekonomis dan juga memiliki nilai komersil.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, nata dari kulit pisang masih memiliki peluang pasar yang baik di kota Malang, karena di pasaran masih jarang dijumpai nata yang berbahan dasar kulit pisang. Pembuatan produk nata berbahan dasar kulit pisang ini tidak memerlukan dana yang terlalu besar, karena bahan dasar yang digunakan mudah untuk didapat dan harganya juga tidak terlalu mahal. Kami yakin bahwa produk nata ini sangat profitable karena produk ini masih jarang dijumpai di pasaran.

Pada usaha yang kami jalankan ini kami memanfaatkan bahan dasar berupa kulit pisang, oleh karena itu langkah awal yang kami jalankan yaitu mengadakan kerjasama dengan sektor usaha kecil yang memanfaatkan buah pisang, misalnya : usaha gorengan, pabrik roti isi pisang, pabrik kripik pisang, dll. Dengan adanya kerjasama dengan pihak usaha kecil tersebut, kami akan lebih mudah dalam mendapatkan bahan baku berupa kulit pisang. Setelah bahan baku terpenuhi, langkah kami selanjutnya yaitu membuat desain kemasan. Desain kemasan yang dibuat ada 2 macam, yaitu : kemasan gelas cup plastic dan kemasan mangkuk kecil ukuran sedang. Kemudian produk yang kami buat tersebut kami coba pasarkan dengan cara menitipkan ke toko-toko kecil dan supermarket. Jika permintaan akan produk kami meningkat, maka kami berencana untuk mengadakan produksi secara lebih besar dan lebih bagus lagi. Dan jika produk awal yang kami luncurkan kurang laku dipasaran, maka kami akan melakukan evaluasi terhadap produk kami agar bisa diterima masyarakat. Dari pembuatan nata kulit pisang tersebut, kami menghasilkan produk minuman nata dengan differensiasi produk yaitu minuman nata rasa lecy dan cocopandan.

Langkah – langkah pengolahan kulit pisang untuk dijadikan nata antara lain :

a)      Bagian dalam dari kulit pisang dikerok. Hasil kerokan itu kemudian diblender dan dicampur air bersih dengan perbandingan 1 : 2, lalu disaring guna mendapatkan air perasan.

b)      Tambahkan asam cuka biasa dengan ukuran 4%-5% dari volume air perasan, atau asam cuka absolute sebesar 0,8%, pupuk ZA 0,8% dari larutan, dan gula pasir 10%. Bahan-bahan tersebut dicampur dan dipanaskan sampai mendidih. Asam cuka dan pupuk ZA berfungsi untuk media hidup bagi bakteri Acetobacter xylinum yang nantinya akan membentuk nata.

c)      Setelah mendidih, tuangkan dalam cetakan-cetakan dengan ketinggian cairan adonan lebih kurang 2-3 cm di setiap cetakan.

d)     Setelah benar-benar dingin, masukkan bakteri Acetobacter xylinum yang bisa dibeli dalam bentuk cairan-sebanyak 10% dari campuran. Sebelum memasukkan bakteri, adonan harus benar-benar dingin, sebab kalau masih panas bakteri akan mati.

e)      Cetakan ditutup dengan kertas koran supaya udara tetap bisa masuk melalui pori-pori kertas.

f)       Setelah dua minggu, cetakan baru boleh dibuka. Adonan pun akan berubah menjadi berbentuk gel.

g)      Nata lalu diiris-iris, dicuci, dan diperas sampai kering, kemudian direbus lagi dengan air lebih kurang 2 kali agar aroma asam cuka hilang.

h)      Setelah selesai, nata dicampur dengan sirop lecy dan cocopandan serta gula secukupnya. Campuran rasa ini diperlukan untuk menghasilkan produk minuman nata dengan rasa lecy dan cocopandan.

About these ads